Kamis, 02 Oktober 2014

Penulisan Lafadz Salam

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Disini saya akan mencoba untuk membahas penulisan lafadz Assalamualaikum yang seharusnya tidak boleh disingkat karena jika penulisan Assalamualaikum disingkat maka akan mempunyai arti yang berbeda. Belajar dari pengalaman ketika saya salah dalam menulis dan disingkat kata "Assalamualaikum". Ternyata tidak boleh seenaknya dalam menulis salam karena salam itu terdapat sapaan dan doa, jika ini dipermainkan maka ini akan menjadikan kebiasaan buruk. sebaiknya kita harus merubah kebiasaan penyikatan salam yang biasanya kita ketik.

Misalnya :
“As”, “Ass”, “Akum”, “Askum”,“Mikum”, “Samelekom” dll.

Padahal ini niatnya untuk irit ketikan , tapi kalau penulisannya seperti ini artinya akan menjadi berbeda.
Penulisan seperti ini sebaiknya kita hindarkan karena hukum dari penyingkatan ini adalah makruh (yaitu bentuk pelarangan akan tetapi tidak mencapai derajat haram).


As (dalam bahasa inggris) ; artinya Seperti
Ass (dalam bahasa inggris) ; artinya Keledai, Orang bodoh, (maaf) Pantat
Akum (gelar untuk orang-orang yahudi)” adalah singkatan dari “Avde Kokhavim U Mazzalot” artinya “Hamba-hamba binatang dan orang-orang sesat”.

Jelas sekali penyingkatan yang tertera diatas sangat jauh dari makna doa keselamatan dalam “Assalamualaikum”.

Lalu bagaimana jika kita ingin menyingkat salam? Apakah ini dibolehkan?
Ternyata ada kata salam yang boleh disingkat yaitu :
“As Salam”
As-Salaam  mempunyai artinya Maha Sejahtera adalah satu dari Nama-nama Agung Allah SWT dalam surat Al-Hasyr ayat 23.

Mungkin sebagian besar dari kita sering seenaknya menuliskan salam, niatnya untuk mengirit ketika jika disingkat , tetapi malah merubah arti dari salam tersebut. Mungkin saja, Jika kita mengucapkan salam dengan disingkat orang tersebut tidak menjawab salam kita.

ketika Rasulullah SAW memberikan salam kepada keluarganya, sahabatnya, dan pada seluruh umat muslim dengan Lafadz “Assalamualaikum” dan mereka menjawab salam rasulullah memakai lafadz “Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh”.

sebagai contoh dalam kehidupan kita sehari-hari, kita sering menitipkan salam kita kepada teman, sebagi contoh :

"Tolong sampaikan salam saya untuk Andini" atau dengan gaya bahasa yang lainnya.

Sebenarnya menitipkan salam seperti ini belum tetap. Yang lebih tepat adalah :

"Tolong sampaikan salam Assalamualaikum saya untuk Andini"

Ada lagi kesalahan dalam penulisan salam :
Contoh : “Assalamualaikum warahmatullahi ta’ala wabarakatuh”, sekilas pengucapan salam seperti itu terbaca sangat bagus dan benar, ternyata penulisan seperti ini adalah salah, berdasarkan kitab Al-Adzkar – Imam Nawawi, Nabi besar kita Muhammad Saw telah mengajarkan kita cara salam sesama umat Islam dengan 3 ucapan salam yaitu :
1. Assalamualaikum
2. Assalamualaikum Warahmatullah
3. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Cara Memberi salam sesama umat islam ini ada dalam hadist dan merubah hadist hukumnya adalah pancung. disinilah kenapa menambahkan “Ta’ala” dalam salam “Assalamualaikum” adalah salah.

Lebih baik ucapkanlah salam tanpa disingkat "Assalamualaikum"

Tapi masih banyak orang yang belum tahu akan hal ini, semoga setelah membaca postingan ini kita menjadi tahu dan tidak enaknya lagi dalam menuliskan salam, dan tidak mengulanginya lagi. 


Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar